Jumat, 27 September 2013

ETIKA PROFESI AKUNTANSI

 Nama : Adinda Rizki Mentari
Kelas : 4EB18
NPM : 20210166
TUGAS SOFTSKILL ETIKA PROFESI AKUNTANSI

1. Apa yang dimaksud dengan Etika ?
Jawab             : Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan(custom). Etika itu sendiri adalah Ilmu yang membahass perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang  dapat di pahami oleh pemikiran manusia.
Sumber            :  erniritonga123.blogspot.com/2010/01/definisi-etika.html
2. Bagaimanakah tahap perkembangan moral, karakteristik individu dan variable struktual mempengaruhi keputusan manajer berprilaku etis dan tidak etis ?
Jawab              : Didalam etika profesi, sebuah profesi seperti manajer memiliki komitmen moral yang tinggi yang biasanya di tuangkan dalam bentuk aturan khusus yang menjadi  pegangan bagi setiap orang yang mengembangkan profesi yang bersangkutan. Setiap profesi yang memberikan pelayanan jasa pada masyarakat harus memiliki  kode etis yang merupakan seperangkat moral-moral dan mengatur tentang etika  professional (Agnes, 1996).  Di dalam kode etik terdapat muatan-muatan etika yang pada dasarnya untuk melindungi kepentingan masyarakat yang menggunakan jasa profesi. Terdapat dua sasaran pokok dalam dua kode etik yaitu Pertama, kode etik bermaksud melindungi masyarakat dari kemungkinan diruggikan oelh kelalaian baik secara disengaja maupun tidak di sengajah oleh  kaum professional. Kedua, kode etik bertujuan melindungi keseluruhan profesi tersebut dari perilaku-perilaku buruk orang tertentu yang mengaku dirinya professional.
Sumber            : kinantiarin.wordpress.com/etika-profesi-akuntan/
3. Apa Kode Etik itu dan bagaiman cara meningkatkan keefektifannya ?
Jawab              :  Kode Etik merupakan poal aturan, atta cara, tanda, pedoman etis dan melakuakn suatu kegiatan atau pekerjaan. Kode etik merupakan pola aturan atau tata cara sebagai pedoman berprilaku. Cara meningkatkan keefektifannya dengan tergantung pada kesadaaran masing-masing individu dalam menjal tanggung jawabnya, dan menegakan ikatan antara tenaga professional               dengan profesi yang disandangnya.
4. Bagaimana manajer mengambil keputusan yang etis?
Jawab                          : langkah-langkah pengambilan keputusan yang etis, antara lain :
·         Menetukan fakta-fakta
·         Mengidentifikasi para pemegang kepentingan dan mempertimbangkan situasi-situasi dari sudut pandang mereka.
·    Mempertimbangkan alternative-alternatif yang tersedia juga disebut dengan “imajinasi moral”
·        Mempertimbangkan bagaimana sebuah keputusan daapat memengaruhi para pemegang kepentingan, membandingkan dan mempertimbangkan alternative-alternatife berdasarkan :
a. konsekuensi-konsekuensi
b.kewajiban-kewajiban, hak-hak, prinsip-prinsip
c.dampak bagi itegritaas dan karakter pribadi
·         Membuat sebuah keputusan
·         Memantau hasil

5. Jelaskan factor-faktor yang menentukan intensitaaas etika dan dari keputusan !

Jawab              : Intensitas etika tergantung kepada enam factor, yaitu:
 1. Besarnya akibat adalah jumalh kerugian atau keuntungan yang  dihasilkan dari suatu keputusan etika. Makin banyak orang yang dirugikan atau semakin besar kerugian yang diderita oleh orang-orang itu, maka  semakin besar akibatnya.
 2. Kesepakatan social adalah kesepakatan apakah suatu perilaku itu baik atau buruk. Sebagai contoh, selain dari tindakan mempertahankan diri,banyak orang belum sepakat apakah membunuh adalah salah. Namun,  banyak orang belum sepakat terhadap aborsi atau hukuman mati.
 3. Kemungkinan akibat adalah kesempatan dimana sesuatu akan terjadi dan mengakibatkan kerugian bagi orang lain. Misalnya, kamungkinan akibat adalah rokok. Kita tahu bahwa merokok akan meningkatk kemungkinan terjadinya serangan jantung, penyakit kanker, paru-paru, impotensi, dan gangguan pada janin.
4. Kesiapan sementara adalah waktu diantara tindakan dengan akibat yang ditimbulkannya. Kesiapan sementara lebih kuat apabilamanajer harus memberhentikan karyawan minggu depan dibandingkan dengan tiga bulan  kedepan.
 5. Kedekatan akibat adalah jarak social, kejiwaan, budaya, atau fisik dari pengambil keputusan dengan mereka yang terkena dampak dari  keputusann
6. Konsentrasi akibat adalah seberapa besar suatu tindakan mempengaruhi rata-rata orang. Misalnya, menipu 10 investor masing-masing senilai $10.000, menghasilkan konsentrasi akibat yang lebih besar dari pada  menipu 100 investor dengan masing-masing senilai $1.000.

Sumber           : theadhasumsel.blogspot.com/2011/04/makalah-mengelola-etika-dan-tanggung.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar