Minggu, 24 November 2013

etika profesi 3


Nama   : Adinda Rizki Mentari
Kelas   : 4EB18
NPM    : 20210166
TUGAS SOFTSKILL
1.      Bagaimana budaya organisasi bias mempengaruhi perilaku etis?
Jawab : karena, Budaya organisasi adalah sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi-organisasi lainnya. Sistem makna bersama ini adalah sekumpulan karakteristik kunci yang dijunjung tinggi oleh organisasi
Kebiasaan,tradisi, dan cara umum dalam melakukan segala sesuatu yang ada di sebuah organisasi saat ini merupakan hasil atau akibat dari yang telah dilakukan sebelumnya dan seberapa besar kesuksesan yang telah diraihnya di masa lalu. Hal ini mengarah pada sumber tertinggi budaya sebuah organisasi: para pendirinya.

2.      Gambarkan factor-faktor yang mempengaruhi perilaku etis atau tidak etis!
Jawab : factor yang mempengaruhi perilaku etis dan tidak etis antara lain: gender, locus of control, equity sensitivity, pengalaman kerja, umur atau usia, dan kecerdasan.


3.      Factor apakah yang mempengaruhi etika secara internasional !
Jawab : 1. Kejujuran
            2. integritas
            3. objektivitas
            4. perilaku professional
            5. tanggung jawab

4.      Jelaskan cara menggunakan proses seleksi karyawan untuk mendorong perilaku etis !
Jawab : Menciptakan budaya yang mendorong kayawan untuk melakukan hal yang benar adalah langkah kunci, meskipun itu bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Pengusaha harus melakukan beberapa langkah untuk memastikan perilaku etis oleh para karyawan mereka
1. Penyusunan Staf dan Seleksi
Cara paling sederhana untuk menjalankan mekanisme organisasi, menurut etika adalah dengan mempekerjakan orang-orang yang lebih etis. Meskipun demikian, penyaringan orang yang tidak diinginkan sebenarnya dapat dilakukan bahkan sebelum pelamar memasukkan surat lamaran, jika deparetemen SDM membuat material perekrutan yang membuat referensi yang eksplisit dengan menekankan integritas dan etika.
Proses seleksi tersebut juga memberikan tanda-tanda tentang apa nilai-nilai dan budaya perusahaan sebenarnya. Manajer dapat melakukan beberapa hal untuk memastikan bahwa orang lain juga menilai metode penilaian perusahaan sebagai sesuatu yang adil. Karyawan akan melihat prosedur resmi adalah adil jika mencakup criteria yang berkaitan dengan pekerjaan, memberikan kesempatan untuk menunjukkan kompetensi, memberikan cara untuk memperbaiki kesalahan, dan digunakan secara konsisten pada semua pelamar.
2. Pelatihan
Pelatihan etika umumnya berperan penting dalam membantu perusahaan untuk mengembangkan budaya etika dan keadilan. Pelatihan seperti ini biasanya termasuk menunjukkan pada karyawan bagaimana mengenali dilemma etika, bagaimana menggunakan fungsi-fungsi SDM secara etis. Masalahnya, penakanan pada mekanisme pemenuhan mungkin tidak cukup. Selain itu, pelatihan juga harus menekankan pada dukungan moral dari pilihan etika dan komitmen yang mendalam dari integritas dan etika. Keikutsertaan para manajer puncak menekankan komitmen tersebut.
3. Penilaian Kerja
Proses penilaian kerja perusahaan memberikan kesempatan lain untuk menekankan komitmennya terhadap etika dan keadilan. Pertama, penilaian menjelaskan bahwa perusahaan tidak hanya mengklaim bahwa mereka percaya dan melakukan standar etika yang tinggi, tapi juga benar-benar mengukur para karyawan yang mengikuti standar tersebut. Kedua, bagaimana para penyelidik melakukan penilaian adalah hal yang penting. Untuk dapat mengirimkan sinyal bahwa keadilan dan etika lebih penting dari apapun, standar-standar harus jelas, para karyawan harus paham sadar apa yang digunakan untuk menilai mereka, dan penilaian mereka harus dilakukan secara objektif dan adil.
4. System Penghargaan dan Pendisiplinan
Untuk mencpai perilaku sebagai fungsi dari konsekuensinya, adalah tanggung jawab perusahaan untuk memastikan bahwa perusahaan menghargai perilaku yang etis dan menghukum perilaku yang tidak etis.
5. Agresi dan Pelanggaran di Tempat Kerja
Karyawan yang memandang diri mereka sebagai dibayar di bawah standar dapat melakukan tindakan negative yang bervariasi mulai dari pencurian sampai pada pengerusakan terhadap barang-barang milik perusahaan. Banyak tindakan SDM dapat menimbulkan persepsi mengenai perlakuan tidak adil yang diterjemahkan menjadi perilaku yang tidak sesuai.
6. Aktivitas Etika SDM Lainnya
Komite etika perusahaan akan sering melibatkan para professional. Komite ini memastikan bahwa para pemimpin senior perusahaan terlibat dalam diskusi tentang masalah-masalah etika. Banyak pengusaha menggunakan system informasi untuk membantu mengelola program etika mereka.

Sabtu, 26 Oktober 2013

Etika Profesi Akuntansi 2



Nama : Adinda Rizki Mentari
Kelas : 4EB18
Npm : 20210166
1. Jelaskan factor-faktor yang menentukan intensitas etika dari keputusan !
Jawab :
1.     Besarnya akibat adalah jumlah kerugian atau keuntungan yang dihasilkan dari suatu keputusan etika.
2.    Kesepakatan social adalah kesepakatan apakah suatu perilaku itu baik atau buruk.
3.    Kemungkinan akibat adalah kesempatan dimana sesuatu akan terjadi dan mengakibatkan kerugian bagi orang lain.
4.    Kesiapan sementara adalah waktu diantara tindakan dengan akibat yang ditimbulkannya.
5.    Kedekatan akibat adalah jarak social, kejiwaan, budaya, atau fisik dari pengambil keputusan dengan mereka yang terkena dampak dari keputusannya.
6.    Konsentrasi akibat adalah seberapa besar suatu tindakan mempengaruhi rata-rata orang.
Sumber : http://renitasra.blog.perbanas.ac.id/2011/11/15/resume-mengelola-etika-dan-tanggung-jawab-sosial/

2. Jelaskan prinsip-prinsip pengambilan keputusan yang etis !
Jawab :
1.     Menentukan fakta-fakta
2.    Mengidentifikasi para pemegang kepentingan dan mempertimbangkan situasi-situasi dari sudut pandang mereka
3.    Mempertimbangkan alternatif-alternatif yang tersedia juga disebut dengan “imajinasi moral”
4.    Mempertimbangkan bagaimana sebuah keputusan dapat memengaruhi para pemegang kepentingan, membandingkan dan mempertimbangkan alternatif-alternatif berdasarkan:
5.    Konsekuensi-konsekuensi
6.    Kewajiban-kewajiban, hak-hak, prinsip-prinsip
7.    Dampak bagi integritas dan karakter pribadi
8.    Membuat sebuah keputusan
9.    Memantau hasil
3. Jelaskan suap (bribery) merupakan suatu tindakan yang tidak etis dengan memberikan sebuah contoh!
Jawab :
Suap adalah suatu perbuatan yang dilakukan oleh pelaku kepada orang lain yang tidak terpuji seperti memberi sesuatu, atau menerima agar orang tersebut berbohong dan bekerja sama atau sekongkol dalam mencapai tujuan yang tidak baik dan juga  termasuk perbuatan atau tindakan yang tidak etis,  karena  dapat merugikan orang lain.
Contoh : kasus suap daging impor, kasus suap bupati Buol
4. Berikan contoh skandal etika di bidang akuntansi (acconting scandal) yang terjadi baru-baru ini!
Jawab : Kasus 1
Enron adalah perusahaan yang sangat bagus. Sebagai salah satu perusahaan yang menikmati booming industri energi di tahun 1990an, Enron sukses menyuplai energi ke pangsa pasar yang begitu besar dan memiliki jaringan yang luar biasa luas. Enron bahkan berhasil menyinergikan jalur transmisi energinya untuk jalur teknologi informasi. Kalau dilihat dari siklus bisnisnya, Enron memiliki profitabilitas yang cukup menggiurkan. Seiring booming industri energi, Enron memosisikan dirinya sebagai energy merchants: membeli natural gas dengan harga murah, kemudian dikonversi dalam energi listrik, lalu dijual dengan mengambil profit yang lumayan dari markup sale of power atau biasa disebut “spark spread“.
Pada beberapa tahun yang lalu beberapa perusahaan seperti Enron dan Worldcom yang dinyatakan bangkrut oleh pengadilan dan Enron perusahaan energi terbesar di AS yang jatuh bangkrut itu meninggalkan hutang hampir sebesar US $ 31.2 milyar, karena salah strategi dan memanipulasi akuntansi yang melibatkan profesi Akuntan Publik yaitu Kantor Akuntan Publik Arthur Andersen. Arthur Andersen, merupakan kantor akuntan public yang disebut sebagai “The big five” yaitu (pricewaterhouse coopers, deloitte & touché, KPMC, Ernest & Young dan Anderson) yang melakukan Audit terhadap laporan keuangan Enron Corp. Laporan keuangan maupun akunting perusahaan yang diaudit oleh perusahaan akunting ternama di dunia, Arthur Andersen, ternyata penuh dengan kecurangan (fraudulent) dan penyamaran data serta syarat dengan pelanggaran etika profesi.
Akibat gagalnya Akuntan Publik Arthur Andersen menemukan kecurangan yang dilakukan oleh Enron maka memberikan reaksi keras dari masyarakat (investor) sehingga berpengaruh terhadap harga saham Enron di pasar modal. Kasus Enron ini menyebabkan indeks pasar modal Amerika jatuh sampai 25 %.

Kasus 2

Kasus pelanggaran Standar Profesional Akuntan Publik kembali muncul. Menteri Keuangan pun memberi sanksi pembekuan.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati membekukan izin Akuntan Publik (AP) Drs. Petrus Mitra Winata dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Drs. Mitra Winata dan Rekan selama dua tahun, terhitung sejak 15 Maret 2007. Kepala Biro Hubungan Masyarakat Departemen Keuangan Samsuar Said dalam siaran pers yang diterima Hukumonline, Selasa (27/3), menjelaskan sanksi pembekuan izin diberikan karena akuntan publik tersebut melakukan pelanggaran terhadap Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP).
Pelanggaran itu berkaitan dengan pelaksanaan audit atas Laporan Keuangan PT Muzatek Jaya tahun buku berakhir 31 Desember 2004 yang dilakukan oleh Petrus. Selain itu, Petrus juga telah melakukan pelanggaran atas pembatasan penugasan audit umum dengan melakukan audit umum atas laporan keuangan PT Muzatek Jaya, PT Luhur Artha Kencana dan Apartemen Nuansa Hijau sejak tahun buku 2001 sampai dengan 2004.

Jumat, 27 September 2013

ETIKA PROFESI AKUNTANSI

 Nama : Adinda Rizki Mentari
Kelas : 4EB18
NPM : 20210166
TUGAS SOFTSKILL ETIKA PROFESI AKUNTANSI

1. Apa yang dimaksud dengan Etika ?
Jawab             : Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan(custom). Etika itu sendiri adalah Ilmu yang membahass perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang  dapat di pahami oleh pemikiran manusia.
Sumber            :  erniritonga123.blogspot.com/2010/01/definisi-etika.html
2. Bagaimanakah tahap perkembangan moral, karakteristik individu dan variable struktual mempengaruhi keputusan manajer berprilaku etis dan tidak etis ?
Jawab              : Didalam etika profesi, sebuah profesi seperti manajer memiliki komitmen moral yang tinggi yang biasanya di tuangkan dalam bentuk aturan khusus yang menjadi  pegangan bagi setiap orang yang mengembangkan profesi yang bersangkutan. Setiap profesi yang memberikan pelayanan jasa pada masyarakat harus memiliki  kode etis yang merupakan seperangkat moral-moral dan mengatur tentang etika  professional (Agnes, 1996).  Di dalam kode etik terdapat muatan-muatan etika yang pada dasarnya untuk melindungi kepentingan masyarakat yang menggunakan jasa profesi. Terdapat dua sasaran pokok dalam dua kode etik yaitu Pertama, kode etik bermaksud melindungi masyarakat dari kemungkinan diruggikan oelh kelalaian baik secara disengaja maupun tidak di sengajah oleh  kaum professional. Kedua, kode etik bertujuan melindungi keseluruhan profesi tersebut dari perilaku-perilaku buruk orang tertentu yang mengaku dirinya professional.
Sumber            : kinantiarin.wordpress.com/etika-profesi-akuntan/
3. Apa Kode Etik itu dan bagaiman cara meningkatkan keefektifannya ?
Jawab              :  Kode Etik merupakan poal aturan, atta cara, tanda, pedoman etis dan melakuakn suatu kegiatan atau pekerjaan. Kode etik merupakan pola aturan atau tata cara sebagai pedoman berprilaku. Cara meningkatkan keefektifannya dengan tergantung pada kesadaaran masing-masing individu dalam menjal tanggung jawabnya, dan menegakan ikatan antara tenaga professional               dengan profesi yang disandangnya.
4. Bagaimana manajer mengambil keputusan yang etis?
Jawab                          : langkah-langkah pengambilan keputusan yang etis, antara lain :
·         Menetukan fakta-fakta
·         Mengidentifikasi para pemegang kepentingan dan mempertimbangkan situasi-situasi dari sudut pandang mereka.
·    Mempertimbangkan alternative-alternatif yang tersedia juga disebut dengan “imajinasi moral”
·        Mempertimbangkan bagaimana sebuah keputusan daapat memengaruhi para pemegang kepentingan, membandingkan dan mempertimbangkan alternative-alternatife berdasarkan :
a. konsekuensi-konsekuensi
b.kewajiban-kewajiban, hak-hak, prinsip-prinsip
c.dampak bagi itegritaas dan karakter pribadi
·         Membuat sebuah keputusan
·         Memantau hasil

5. Jelaskan factor-faktor yang menentukan intensitaaas etika dan dari keputusan !

Jawab              : Intensitas etika tergantung kepada enam factor, yaitu:
 1. Besarnya akibat adalah jumalh kerugian atau keuntungan yang  dihasilkan dari suatu keputusan etika. Makin banyak orang yang dirugikan atau semakin besar kerugian yang diderita oleh orang-orang itu, maka  semakin besar akibatnya.
 2. Kesepakatan social adalah kesepakatan apakah suatu perilaku itu baik atau buruk. Sebagai contoh, selain dari tindakan mempertahankan diri,banyak orang belum sepakat apakah membunuh adalah salah. Namun,  banyak orang belum sepakat terhadap aborsi atau hukuman mati.
 3. Kemungkinan akibat adalah kesempatan dimana sesuatu akan terjadi dan mengakibatkan kerugian bagi orang lain. Misalnya, kamungkinan akibat adalah rokok. Kita tahu bahwa merokok akan meningkatk kemungkinan terjadinya serangan jantung, penyakit kanker, paru-paru, impotensi, dan gangguan pada janin.
4. Kesiapan sementara adalah waktu diantara tindakan dengan akibat yang ditimbulkannya. Kesiapan sementara lebih kuat apabilamanajer harus memberhentikan karyawan minggu depan dibandingkan dengan tiga bulan  kedepan.
 5. Kedekatan akibat adalah jarak social, kejiwaan, budaya, atau fisik dari pengambil keputusan dengan mereka yang terkena dampak dari  keputusann
6. Konsentrasi akibat adalah seberapa besar suatu tindakan mempengaruhi rata-rata orang. Misalnya, menipu 10 investor masing-masing senilai $10.000, menghasilkan konsentrasi akibat yang lebih besar dari pada  menipu 100 investor dengan masing-masing senilai $1.000.

Sumber           : theadhasumsel.blogspot.com/2011/04/makalah-mengelola-etika-dan-tanggung.html