Nama : Adinda Rizki Mentari
Kelas : 4EB18
NPM : 20210166
TUGAS SOFTSKILL
1.
Bagaimana
budaya organisasi bias mempengaruhi perilaku etis?
Jawab : karena, Budaya organisasi adalah
sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota yang
membedakan suatu organisasi dari organisasi-organisasi
lainnya. Sistem makna bersama ini adalah sekumpulan karakteristik
kunci yang dijunjung tinggi oleh organisasi
Kebiasaan,tradisi, dan
cara umum dalam melakukan segala sesuatu yang ada di sebuah organisasi
saat ini merupakan hasil atau akibat dari yang telah dilakukan sebelumnya dan
seberapa besar kesuksesan yang telah diraihnya di masa lalu. Hal ini mengarah
pada sumber tertinggi budaya sebuah organisasi: para pendirinya.
2.
Gambarkan
factor-faktor yang mempengaruhi perilaku etis atau tidak etis!
Jawab : factor yang
mempengaruhi perilaku etis dan tidak etis antara lain: gender, locus of
control, equity sensitivity, pengalaman kerja, umur atau usia, dan kecerdasan.
3.
Factor
apakah yang mempengaruhi etika secara internasional !
Jawab : 1. Kejujuran
2. integritas
3. objektivitas
4. perilaku professional
5. tanggung jawab
4.
Jelaskan
cara menggunakan proses seleksi karyawan untuk mendorong perilaku etis !
Jawab : Menciptakan
budaya yang mendorong kayawan untuk melakukan hal yang benar adalah langkah
kunci, meskipun itu bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Pengusaha harus
melakukan beberapa langkah untuk memastikan perilaku etis oleh para karyawan mereka
1. Penyusunan Staf dan
Seleksi
Cara paling sederhana
untuk menjalankan mekanisme organisasi, menurut etika adalah dengan
mempekerjakan orang-orang yang lebih etis. Meskipun demikian, penyaringan orang
yang tidak diinginkan sebenarnya dapat dilakukan bahkan sebelum pelamar
memasukkan surat lamaran, jika deparetemen SDM membuat material perekrutan yang
membuat referensi yang eksplisit dengan menekankan integritas dan etika.
Proses seleksi
tersebut juga memberikan tanda-tanda tentang apa nilai-nilai dan budaya
perusahaan sebenarnya. Manajer dapat melakukan beberapa hal untuk memastikan
bahwa orang lain juga menilai metode penilaian perusahaan sebagai sesuatu yang
adil. Karyawan akan melihat prosedur resmi adalah adil jika mencakup criteria
yang berkaitan dengan pekerjaan, memberikan kesempatan untuk menunjukkan
kompetensi, memberikan cara untuk memperbaiki kesalahan, dan digunakan secara
konsisten pada semua pelamar.
2. Pelatihan
Pelatihan etika
umumnya berperan penting dalam membantu perusahaan untuk mengembangkan budaya
etika dan keadilan. Pelatihan seperti ini biasanya termasuk menunjukkan pada
karyawan bagaimana mengenali dilemma etika, bagaimana menggunakan fungsi-fungsi
SDM secara etis. Masalahnya, penakanan pada mekanisme pemenuhan mungkin tidak cukup.
Selain itu, pelatihan juga harus menekankan pada dukungan moral dari pilihan
etika dan komitmen yang mendalam dari integritas dan etika. Keikutsertaan para
manajer puncak menekankan komitmen tersebut.
3. Penilaian Kerja
Proses penilaian kerja
perusahaan memberikan kesempatan lain untuk menekankan komitmennya terhadap
etika dan keadilan. Pertama, penilaian menjelaskan bahwa perusahaan tidak hanya
mengklaim bahwa mereka percaya dan melakukan standar etika yang tinggi, tapi
juga benar-benar mengukur para karyawan yang mengikuti standar tersebut. Kedua,
bagaimana para penyelidik melakukan penilaian adalah hal yang penting. Untuk
dapat mengirimkan sinyal bahwa keadilan dan etika lebih penting dari apapun,
standar-standar harus jelas, para karyawan harus paham sadar apa yang digunakan
untuk menilai mereka, dan penilaian mereka harus dilakukan secara objektif dan
adil.
4. System Penghargaan
dan Pendisiplinan
Untuk mencpai perilaku
sebagai fungsi dari konsekuensinya, adalah tanggung jawab perusahaan untuk memastikan
bahwa perusahaan menghargai perilaku yang etis dan menghukum perilaku yang
tidak etis.
5. Agresi dan
Pelanggaran di Tempat Kerja
Karyawan yang
memandang diri mereka sebagai dibayar di bawah standar dapat melakukan tindakan
negative yang bervariasi mulai dari pencurian sampai pada pengerusakan terhadap
barang-barang milik perusahaan. Banyak tindakan SDM dapat menimbulkan persepsi
mengenai perlakuan tidak adil yang diterjemahkan menjadi perilaku yang tidak
sesuai.
6. Aktivitas Etika SDM
Lainnya
Komite etika
perusahaan akan sering melibatkan para professional. Komite ini memastikan
bahwa para pemimpin senior perusahaan terlibat dalam diskusi tentang
masalah-masalah etika. Banyak pengusaha menggunakan system informasi untuk
membantu mengelola program etika mereka.