Nama :
Adinda Rizki Mentari
Kelas : 4EB18
NPM : 20210166
SEJARAH
PERKEMBANGAN AKUNTANSI INTERNASIONAL
Perkembangan
Internasional Ilmu Akuntansi Akuntansi merupakan bagian suatu fungsi dari
sebuah lingkungan bisnis dimana ia beroperasi, dan ilmu ini digunakan untuk
mencatat transaksi bisnis. Asal mula Akuntansi dan perubahannya paling baik
ditelusuri dari konteks sejarah transaksi perdagangan (komersial). Kita lebih
cendrung berpendapat bahwa awal penggunaan akuntansi double-entry sebagai asal
mula akuntansi moderen merupakan poin penting dalam hal ini. Pengaruh awal dari
Itali Pencatatan dokumen, yaitu dasar dari akuntansi, telah ditelusuri kembali
hingga sejauh 3600 tahun sebelum Masehi, dan para ahli sejarah mengetahui bahwa
konsep matematika telah dimengerti dalam berbagai peradaban kuno dari Cina,
India, dan Mesopotamia,yang dimana sering dikatakan sebagai "asal mula
peradaban". Akuntansi double-entry berkembang di negara Itali antara abad
ke-13 hingga abad ke-15. Pengaruh yang paling siginifikan terhadap ilmu
akuntansi berasal dari Genoa, Florence, dan Venice. Luca Pacioli Luca Pacioli
yang lahir di San Sepolcro di daerah Tuscany, Itali pada tahun 1447, yang bukan
merupakan seorang akuntan tetapi berpendidikan sebagai seorang ahli matematik,
mempublikasikan sebuah buku yang berpengaruh signifikan terhadap penerapan ilmu
akuntansi yang berjudul summa de arithmetica, geometrica, propportioni et
proportionalita,yang dimana lebih dikenal sebagai Summa de Arithmetica. Ia
mengklaim bahwa ide-ide dan pemikirannya bukanlah orisinil, tetapi dia adalah
orang pertama yang mengorganisir dan menerbitkannya dalam sebuah buku. Pacioli
memperkenalkan tiga buah buku penting dalam pencatatan, yaitu: buku memorandum,
jurnal, dan buku besar. Pacioli menyatakan semua transaksi memerlukan baik
debit maupun kredit untuk menjaga agar transaksi tersebut tetap seimbang.
Perkembangan lebih lanjut... Penerbitan artikel-artikel dan buku-buku mengenai akuntansi
selanjutnya lebih ditekankan pada usaha untuk menerapkan praktek yang lebih
baik daripada mengembangkan teori umum yang ada. Berdirinya negara-negara
berkembang dan kebutuhan pengelolaan keuangan mendorong kebutuhan akan praktek
akuntansi yang lebih baik. Perubahan dalam dunia bisnis perusahaan
mengakibatkan perubahan dalam prioritas, namun para penulis buku akuntansi
tetap berpegangan pada bentuk lama akuntansi dan tidak ada teori-teori baru
yang diciptakan. Setelah berkembangnya bisnis-bisnis berskala besar,
berkembanglah kebutuhan untuk menilai penyusutan, alokasi overhead dan
persediaan. Dengan peningkatan dalam jumlah investasi luar negeri dan
perdagangan dunia mengakibatkan terbentuknya kelompok ekonomi daerah seperti
European Union, muncul masalah mengenai aktivitas bisnis internasional.
Perbedaan Nasional dalam Sistem Akuntansi Ada beberapa pendapat bahwa
perkembangan sejarah yang telah dijelaskan sebelumnya memiliki akibat yang
seragam dalam sistem akuntansi di seluruh dunia, namun hal tersebut sangat jauh
dari realita yang sebenarnya. Meskipun terdapat beberapa kesamaan, namun tidak
ada dua sistem yang sama persis. Alasannya adalah perbedaan lingkungan.
Kenyataannya adalah lingkungan dan negara di dunia tidak berkembang secara
bersamaan. Meskipun praktek akuntansi berkembang, namun terdapat banyak
perbedaan dalam jumlah privatisasi industri, tingkat industrialisasi, tingkat
inflasi, dan tingkat pertumbuhan ekonomi. Seperti halnya terdapat perbedaan
akan kebutuhan akuntansi antara bisnis kecil dengan perusahaan Multinasional,
hal yang sama juga dirasakan antara negara maju dengan negara yang belum
berkembang. Pengaruh lingkungan terhadap Akuntansi Dalam tingkatan yang besar,
kebutuhan akuntansi dalam dunia bisnis sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor
ekonomi, sosial, dan politik. Sebuah model berikut ini menunjukkan
faktor-faktor yang mempengaruhi sistem akuntansi. Di dalamnya terdapat
faktor-faktor: bentuk kepemilikan perusahaan, aktivitas bisnis perusahaan,
sumber pendanaan, tingkat perkembangan pasar modal, sistem perpajakan, adanya
pengaruh profesi akuntansi, pendidikan dan riset akuntansi, bentuk sistem
politik, keadaan lingkungan sosial, tingkat pertumbuhan ekonomi, tingkat
inflasi, bentuk sistem hukum, dan peraturan-peraturan akuntansi.
Akuntansi
memiliki peranan penting dalam masyarakat. Tujuan dari akuntansi adalah
menyediakan informasi yang dapat digunakan oleh pengambil keputusan untuk
membuat keputusan ekonomi. Dalam dunia usaha akuntansi merupakan suatu alat
informasi dimana akuntansi memberikan informasi yang akurat untuk pengambilan
keputusan
Akuntansi
demikian penting dalam kehidupan bisnis dan keuangan, menunjukkan bahwa
akuntansi dalam masyarakat bisnis/internasional melakukan fungsi jasa.
Akuntansi harus tanggap terhadap kebutuhan masyarakat yang terus berubah dan
harus mencerminkan kondisi budaya, ekonomi, hukum, sosial dan politik dari masyarakat
tempat diaberoperasi.
Sejarah akuntansi dan akuntan, memperlihatkan perubahan yang terus menerus, suatu proses yang tampaknya dilalui akuntansi secara konsisten. Pada suatu waktu, akuntansi lebih mirip sistem pencatatan bagi jasa-jasa perbankan tertentu dan bagi rencana pengumpulan pajak. Kemudian muncul pembukuan double entry untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan usaha perdagangan. Industrialisasi dan pembagian tenaga kerja memungkinkan dibuatnya analisa perilaku biaya dan adanya akuntansi manajerial. Munculnya perusahaan modern merangsang pelaporan keuangan dan auditing periodik. Akuntansi menyediakan informasi bagi pasar modal-pasar modal besar, baik domestik maupun internasional. Akuntansi telah meluas kedalam area konsultasi manajemen dan melibatkan lebih besar porsi teknologi informasi dan prosedurnya.
Praktek dan standar akuntansi, adalah akibat interaksi kompleks, yaitu:
a. factor institusional
b. factor lingkungan
c. factor ekonomi suatu bangsa
Perubahan kebutuhan factor-faktor ini menuntut perkembangan akuntansi (teori, prinsip dan standar).
Ada tiga pernyataan yang berkaitan dengan pola ini yaitu :
1.
Perusahaan bisnis merupakan unit essential dalam
struktur ekonomi suatu negara.
2.
Perusahaan bisnis mencapai tujuannya dengan cara
yang terbaik melalui koordinasi erat aktivitas-aktivitasnya dengan
kebijakkan-kebijakkan ekonomi nasional dalam lingkungannya
3.
Kepentingan publik dilayani dengan baik jika
akuntansi perusahaan bisnis saling berhubungan erat dengan kebijakan nasional.
Keseragaman Akuntansi
Ada
tiga pendekatan praktis atas pola pengembangan keseragaman akuntansi
1.
Pendekatan bisnis
2.
Pendekatan ekonomi
3.
Pendekatan teknis
Kebutuhan Akuntansi dari negara
berkembang
Perhatian
akuntansi di negara berkembang meliputi,yaitu
1.
Tipe sistem akuntansi yang sedang dibutuhkan
2.
Pendidikan dan sarana lalin apa yang harus dipakai
Negara sedang berkembang untuk memperbanyak akuntan terlatih.
Fungsi Akuntansi dalam ekonomi
terpusat
Perbedaan yang mendasar antara ekonomi pasar dan
ekonomi terpusat adalah bahwa dalam ekonomi terpusat, semua aktivitas ekonomi
yang substantive dikelola oleh pemerintah. Pertumbuhan perdagangan
internasional di Italia Utara selama akhir abad pertengahan
Ø Tahun
1850-an double entry bookkeeping mencapai Kepulauan Inggris
Ø Tahun
1870-an tumbuhnya masyarakat akuntansi dan profesi akuntansi publik yang
terorganisasi di Skotlandia dan Inggris.Praktik akuntansi Inggris menyebar ke
seluruh Amerika Utara dan seluruh wilayah persemakmuran Inggris.
Ø Selain
itu model akuntansi Belanda diekspor antara lain ke Indonesia, Sistem akuntansi
Perancis di Polinesia dan wilayah-wilayah Afrika dibawah pemerintahan Perancis.
Kerangka pelaporan sistem Jerman berpengaruh di Jepang, Swedia, dan Kekaisaran
Rusia.
Ø Paruh
Pertama abad 20, seiring tumbuhnya kekuatan ekonomi Amerika Serikat, kerumitan
masalah akuntansi muncul bersamaan. Kemudian Akuntansi diakui sebagai suatu
disiplin ilmu akademik tersendiri.
Ø Setelah
Perang Dunia II, pengaruh Akuntansi semakin terasa di Dunia Barat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar